Bagi kita – yang pernah belajar sejarah – mungkin masih ingat, pada sekitar pertengahan abad ke 19, di hampir seantero jazirah Hindia Belanda diserang wabah cacar yang pada akhirnya sangat mematikan. Puluhan ribu rakyat tewas akibat epidemi penyakit klasik yang juga dikenal dengan Varisela ini. Belanda prihatin, pasalnya “tenaga kerja paksa” mereka banyak yang meninggal karenanya.
Untuk mengatasinya, sejumlah mantri kesehatan didatangkan untuk mengobati mereka yang menderita. Kehadiran mantri sekaligus memberi kontribusi meluluhkan sedikit demi sedikit mitos yang tengah berkembang bahwa cacar adalah penyakit kutukan Dewa. Diduga, mitos ini telah menyebabkan mereka yang terserang cacar tidak bisa banyak berbuat, karena takut dianggap melawan kutukan sang Dewa. Selebihnya karena faktor minimnya akses pelayanan kesehatan dan akibat tidak punya uang berobat ke dukun. Padahal, sebagaimana klinisnya, chickenpox ini ternyata bisa sembuh sendirinya (self limiting disease). Lantas, mengapa banyak yang harus jadi mayat? Continue Reading


Asta Qauliyah aka Asri Tadda adalah seorang blogger lelaki yang aktif berkecimpung di dunia 


6 Komentar Terakhir