Keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualtias, yaitu SDM yang memiliki fisik yang tangguh, mental yang kuat dan kesehatan yang prima disamping penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kekurangan gizi dapat merusak bangsa. Tujuan dari analisis adalah untuk mengetahui kecenderungan masalah gizi dan kesehatan masyarakat serta determinan yang mempengaruhi masalah ini.
Analisis menggunakan data utama dari SUSENAS Baca Selengkapnya!
Posted in Artikel Kedokteran, Makalah Gizi
Hiruk-pikuk genderang reformasi yang ditabuh pada tahun 1998 seakan belum juga mau surut. Bahkan dalam kondisi saat ini, agenda reformasi dirasakan masih perlu diekstensifkan lagi, merambah pada semua sektor kehidupan, tak terkecuali bidang kesehatan. Pembangunan kesehatan hingga saat ini masih perlu mencari formulasi yang tepat untuk dapat sampai pada sasaran. Termasuk untuk melakukan berbagai upaya reformulasi dan reformasi kebijakan-kebijakan di dalamnya.
Realisasi paradigma sehat yang Baca Selengkapnya!
Posted in Artikel, Medical, Opini
Blog Astaqauliyah.com dikelola oleh Asta Qauliyah. Asta Qauliyah hanya nama cyber (cybername). Nama aslinya adalah Asri Tadda, kelahiran 3 April 1981 di Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan SMA di SMU Negeri 1 Makassar tahun 1999, SMP di SLTPN 4 Malili dan SD di 419 Wulasi Kecamatan Malili.
Saat ini (mungkin) masih tercatat sebagai mahasiswa pendidikan profesi kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Pernah menjabat sebagai Ketua Baca Selengkapnya!
Posted in
Hari Rabu, 12 September lalu saya dan kawan-kawan dari Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) HMI Cabang Makassar Timur dan Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) menggelar aksi keprihatinan atas memburuknya sistem pelayanan kesehatan di negara kita. Salah satu tuntutan yang kami bawa untuk pemerintah adalah segera diturunkannya Menteri Kesehatan dr. Siti Fadilah Supari karena dinilai tidak berhasil meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia. Aksi mulai digelar dari Baca Selengkapnya!
Posted in Aktivitas
Belum banyak yang berubah. Pada akhirnya kita selalu mesti mengurut dada menyaksikan penelantaran pasien-pasien miskin di rumah-rumah sakit mewah atau mendengarkan keluh-kesah mereka yang tak kunjung sembuh setelah sekian lama berdiam di rumah sakit. Pada akhirnya kita acap kali juga akan menjadi terbiasa dan semakin mahfum akan mahalnya biaya pelayanan kesehatan di negeri kaya raya ini, atau membaca berita malapraktik oleh dokter dan paramedik lain yang nyaris tak tersentuh hukum di negara Baca Selengkapnya!
Posted in Opini, Pelayanan Kesehatan
Kesehatan adalah unsur vital dan merupakan elemen konstitutif dalam proses kehidupan seseorang. Tanpa kesehatan, tidak mungkin bisa berlangsung aktivitas seperti biasa. Dalam kehidupan berbangsa, pembangunan kesehatan sesungguhnya bernilai sangat investatif. Nilai investasinya terletak pada tersedianya sumber daya yang senatiasa “siap pakai” dan tetap terhindar dari serangan berbagai penyakit. Namun, masih banyak orang menyepelekan hal ini. Negara, pada beberapa kasus, juga demikian.
Di Baca Selengkapnya!
Posted in Artikel, Pembiayaan Kesehatan
Sepanjang tahun 2005 hingga 2006 ini bisa dibilang cukup fenomenal dalam perjalananan pembangunan kesehatan bangsa. Silih berganti permasalahan muncul. Deretan angka yang menunjukkan masih lemahnya intervensi pembangunan kesehatan, terutama pada daerah-daerah pedalamanan dan terpencil, masih setia bertengger dalam tabel dan grafik pembangunan. Fenomena beban ganda (double burden) juga tidak kalah menariknya disimak, diperparah dengan merebaknya kasus new emerging forces semisal munculnya Baca Selengkapnya!
Posted in Opini
Anak Indonesia; “Gajah Beradu Gajah, Pelanduk Mati di Tengah-tengah”
Kondisi anak di negara kita saat ini masih cukup memprihatinkan. Menggambarkannya, seperti bunyi pepatah sebagai “gajah beradu gajah, pelanduk mati di tengah-tengah”. Kepentingan politik para birokrat pemerintahan dipersonifikasikan sebagai gajah, sedangkan pelanduk adalah rakyat kebanyakan, termasuk anak-anak.
Di tengah hangar-bingar pesta demokrasi, elit bangsa seakan tidak mau ambil peduli (atau memang tidak Baca Selengkapnya!
Posted in Artikel, Medical, Opini
6 Komentar Terakhir