INTERNA CASE REPORT: Tumor Lambung

Loading...

Meskipun terjadi penurunan angka kasus karsinoma gaster di berbagai negara industri di dunia, kanker abdomen masih menjadi penyebab utama kedua kematian akibat kanker di dunia. Pada tahun 1995, sekitar 22,800 penduduk amerika terdiagnosis kanker lambung dan sekitar 14,700 diantaranya meninggal karena panyakit ini.

Epidemiologi

Pada tahun 1930an kanker perut menjadi penyebab utama kematian pria akibat kanker di Amerika dengan dan ketiga pada wanita, 50 tahun berikutnya kasus kanker lambung di Amerika menurun dari 30 menjadi 10 kasus pada 100,000 pria dan dari 30 menjadi 5 pada 100,000 wanita. Pada saat ini kasus tersebut jarang terjadi pada usia dibawah 40 tahun, kemudian meningkat steady dan puncak kejadian pada dekede ke 7.

Penurunan angka kasus kanker lambung telah diamati di hampir seluruh dunia, dimana insidens tertinggi di dapatkan di Jepang dan China, Amerika selatan dan Eropa Timur.

Di Jepang penyakit ini menjadi kanker yang paling sering ditemukan pada pria maupun wanita, terhitung 20-30 % dari semua kanker yang terjadi di Jepang, sama halnya dengan Negara-negara industri lainnya di dunia, hanya saja sejak 1960 telah terjadi penurunan penemuan kasus ini di Jepang.

Pada tahun 1930 diduga kanker lambung ini berasal dari bagian bawah lambung (corpus dan antrum pyloricum) dan juga mengalami penurunan sampai pada tahun 1976.

Gambaran Patologi

Lebih dari 90% dilaporkan sebagai adenokarsinoma dan sisanya merupakan limfoma non Hodgkin atau leiomyosarkoma, perbedaan antara adenokarsinoma dan limfoma non Hodgkin terrlihat sangat nyata ketika prognosis dan pengobatan keduanya telah diketahui.

Adenokarsinoma lambung dibagi menjadi dua kategori ; tipe intestinal yang ditandai dengan kumpulan strukutur-struktur sel seperti kelenjar tubular dan tipe difus dimana tidak ditemukan kumpulan sel, hanya berupa infiltrat sel tersendiri, penebalan dinding perut tanpa massa dengan bentuk yang khas.

Lesi tipe intestinal biasanya bersifat ulseratif sering terjadi di bagian distal perut, dengan angka kejadian lebih sering dibandingkan dengan tipe difus, dan pada umunya diawali dengan pemanjangan fase prekanker. Karsinoma difus lebih sering terjadi pada usia muda, dirasakan pada hampir seluruh perut tetapi lebih sring terjadi di bagian cardia dan mempunyai prognosis yang buruk.

Patogenesis

Seperti pada umunnya tumor ganas di tempat lain, penyebaran tumor gaster sulit diketahui pasti secra dini. Factor yang mempermudah timbulnya tumor ganas gaster adalah perubahan mukosa yang abnormal, antara lain seperti gastritis atrofi, polip pada gaster, dan anemia pernisiosa.

Disamping itu pengaruh keadaan lingkungan juga memegang peranan penting terutama pada penyakit gaster di Jepang, Chili, Irlandia, Australia, Rusia dan Negara Skandinavia. Ternyata pada orang Jepang yang lama meninggalkan jepang, frekuensi tumor ganas gaster lebih rendah.

Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hidup mempunyai peranan yang penting, memakan makanan panas dapat merupakan faktor timbulnya tumor ganas, demikian juga kebiasaan makan makanan yang diasapi dan ikan asin (dijemur) yang mungkin mempermudah timbulnya tumor ganas gaster.

Selain itu, factor lain yang berpengaruh adalah factor herediter, golongan darah terutama golongan darah A, dan factor infeksi H. Pylori.

Gejala Klinis

Keluhan utama tumor ganas gaster adalah berat badan menurun (82%), nyeri epigastrium (63%) , muntah (41%), keluhan pencernaan (40%), anoreksia (28%), keluhan umum (25%), disfagia (18%), kelemahan (17%), sendawa (10%), hematemesis (7%), regurgitasi (7%) dan lekas kenyang (5%) kanker gaster dini jarang mempunyai keluhan dan sulit untuk dideteksi.

Gejala yang ditimbulkan oleh metastasis dapat berupa perut membesar (asites), ikterus obstruktif, nyeri tulang, gejala neurology dan sesak nafas dan dapat pula berupa ileus obstruktif.

Diagnosis

Pada saat tumor menjadi lebih ekstensif, akan terasa ketidaknyamanan pada perut bagian atas, dengan intensitas berawal dari sensasi cepat kenyang sampai pada perasaan sakit yang amat sangat. Anorexia disertai mual cukup umum ditemukan tapi tidak digolongkan sebagai gejala utama, penurunan berat badan juga dapat terlihat.

Abdominal pain dan penurunan berat badan merupakan gejala awal yang ditemukan pada 18,365 pasien yang dilaporkan oleh American College of Surgeon. Vomiting akan lebih sering terjadi apabila tumor lambung ini telah menginvasi pylorus, dan disphagia sendiri dihubungkan dengan lesi yang terjadi di bagian cardia.

Pada pemeriksaan fisis tidak ditemukan tanda-tanda dini tumor gaster dan pada perabaan massa di perut menandakan bahwa hal ini sudah berlangsung lama dan adanya ekstensi regional.

Karsinoma gaster dapat menyebar langsung melalui dinding perut ke jaringan perigastrik, biasanya melengket ke atau menuju struktur yang dekat dengannya misalnya pancreas, kolon atau hepar.

Ekstensi langsung ke kolon dihubungkan dengan adanya bau busuk pada muntahan nya. Penyakit ini dapat juga menyebar melalui pembuluh darah limfa ke limfonudus intraabdominal dan supraclavicular node. Tumor yang menyebar di sepanjang permukaan peritoneum dapat terlihat pada node periumbilical node. (NEJM)

Pemeriksaan Fisis

Pemeriksaan fisis yang dapat membantu diagnosis adalah penurunan berat badan dan anemia. Mungkin ditemukan massa di daerah epigastrium dan jika telah bermetastasis ke hati, teraba hati yang ireguler, dan kadang-kadang kelenjar limfe klavikula teraba.

Radiologis

Pemeriksaan perut bagian atas merupakan pemeriksaan pertama yang dilakukan untuk mengevaluasi gejala-gejala yang berhubungan dengan perut bagian atas.

Contrast ganda memungkinkan visualisasi mukosa mendetail dan mengindikasikan penurunan distensi perut, yang mungkin mengindikasikan infiltrate kasrinoma difus. Sulit untuk menentukan ganas atau jinaknya tumor pada pemeriksaan ini, juga penemuan lokasi anatomis dari ulkus tidak cukup untuk memprediksikan ada atau tidak ada tumor.

Gastroskopi dan biopsy

Pemeriksaan gastroskopi banyak sekali membantu diagnosis untuk melihat adanya tumor gaster. Pada pemeriksaan dengan biopsy ditemukan 94% pasien dengan tumor ganas.

Endoskopi ultrasound

Dengan alat ini dapat dilihat penjalaran tumor lapis per lapis, seperti submukosa muskularis mukosa dan subserosa.

Komplikasi

  • Perforasi, baik akut maupun kronik.
  • Hematemesis, massif atupun melena dapat terjadi pada tumor lambung yang kemudian menyebabkan anemia.
  • Obstruksi, dapat terjadi di daerah bawah lambung atau di antrum pyloricum yang disertai dengan keluhan muntah-muntah.
  • Adhesi. Jika tumor mengenai dinding lambung maka dapat terjadi perlengketan dan infiltrasi dengan organ lannya disekitarnya yang menimbulkan keluhan nyeri perut.

PENGOBATAN

Tindakan yang paling tepat adalah dengan pembedahan setelah sebelumnya ditentukan apakah operabel atau tidak. Semakin dini dibuat diagnosis semakin baik.

  • Pembedahan, jika penyakit belum menunjukkan tanda penyebaran, walaupun telah terdapat daerah sebar, pembedahan masih dilakukan sebagai tindakan paliatif. Reseksi kuratif akan berhasil jika tidak terdapat metastasis di daerah lain, tidak ada sisa kanker pada daerah irisan lambung, reseksi jaringan yang terkena, dari pengambilan kelenjar limpa secukupnya.
  • Kemoterapi
  • Radiasi

Prognosis

Dengan dikenalinya tumor gaster secara dini, maka prognosisnya lebih baik dari keadaan lanjut. Factor yang mennetukan diagnosis adalah adalah derajat invasi dinding gaster, adanya penyabaran ke kelenjar limfe, metastasis di peritoneum dan di tempat lain.

Loading...